Pengertian Transformator

Di dalam dunia matematik, transformator dihitung buat mencari tegangan pada suatu alat elektrik.

Transformator ataupun yang serupa kerap kala disebut jadi trafo ialah satu sebab puluhan juru bicara yang istimewa pada saat mencantumkan peralatan elektronik.

Sebagai tiruan, ketika kalian bermain game nintendo bakal membutuhkan tegangan 80 volt namun tegangan listrik dalam rumah ada tegangan 110 volt, jadi kalian mau membutuhkan transformator untuk mengganti (transform) elektrik rumah sejumlah 110 volt menjadi cuma 80 volt.

Selengkapnya melanda rumus transformator, simak keterangan berikut ini.

Pengertian Transformator

rumus transformator ideal

Transformator adalah suatu kendaraan yang dimanfaatkan untuk mengalihkan tenaga elektrik antara dua buah susunan atau bertambah lewat induksi elektromagnetik.

Sebagai contoh buat menurunkan tegangan AC sebab 220 VAC menjadi 12 VAC maupun menaikkan tegangan dari 110 VAC menjelma 220 VAC.

Trafo hidup mengikuti pokok Induksi Elektromagnet serta cuma dapat bergerak dalam tegangan arus bolak balik (AC / alternate current).

Di dalam penjatahan tenaga elektrik, trafo mempunyai peranan dengan sangat istimewa, sebab sanggup menaikkan elektrik yang bermula dari penyemangat listrik sebab PLN had ratusan kilo Volt buat didistribusikan.

Selain itu, trafo juga menyandarkan tegangan elektrik menuju tegangan yang dibutuhkan pada pada setiap rumah ataupun perkantoran dengan pada biasanya menggunakan tegangan AC 220 Volt.

Bagian Bagian Transformator

rumus efisiensi transformator

Secara umum, transformator memiliki 3 bagian semacam berikut:

  • Kumparan Primer (Np) adalah wadah masukkan tegangan mula pokok.
  • Kumparan Inferior (Ns) merupakan tempat dialirkannya tegangan buatan.
  • Inti Tukul (inti magnetik) terbuat dari objek lapisan piringan dinamo dengan disusun pantat lapis.

Prinsip Kerja Suatu Transformator

rumus daya trafo

Transformator menjemput tegangan dibanding suatu elektrik lalu mengubahnya menjadi elektrik dengan tegangan yang bertentangan.

Pada dasarnya, trafo tersebut bekerja secara cara menukar tegangan secara memakai dua sifat elektrik.

Pertama elektrik yang mengalir terhadap sepadan kumparan bakal memunculkan zona magnet.

Kedua perubahan zona magnet (fluks magnet) mau memunculkan ggl induksi.

Arus bolak pulih yang menyelundup di dalam catu primer lalu akan menerbitkan adanya fluks magnet bolak -balik dengan inti magnetik.

Selepas tersebut, fluks magnet bolak pulih akan meninggalkan kumparan inferior serta mendirikan ggl induksi.

Besarnya ggl induksi selalu bergantung di dalam laju transformasi fluks mengikuti jumlah lilitan didalam catu sekunder.

Persamaan / Mengumumkan Transformator

Di di dalam transformator bisa dibuat sejenis persamaan ataupun rumus matematik transformator jadi berikut:

fisika

Keterangan rumus transformator:

  • Vp = tegangan dalam kumparan pokok.
  • Vs = tegangan dalam kumparan inferior.
  • Np = banyaknya lilitan di dalam catu primer.
  • Ns = banyaknya lilitan dalam kumparan inferior.

Jenis Macam Transformator

rumus transformator brainly

Dilihat sejak pengubahan tegangan yang dikerjakan, transformator dibagi menjadi dua jenis dengan berbeda, antaralain yaitu:

1. Transformator Step Up

Memiliki kegiatan untuk menimbulkan ataupun memperbesar tegangan bolak balik di dalam suatu sumber.

Trafo step up mempunyai ciri sifat sebagai dibawah ini:

  • Tegangan dalam kumparan inferior lebih mulia daripada tegangan di dalam catu primer (Vs > Vp).
  • Jumlah lilitan dengan ada di kumparan inferior lebih penuh daripada catu primer (Ns > Np).
  • Arus di dalam catu primer bertambah besar daripada arus elektrik di dalam catu sekunder (Ip > Is).

2. Transformator Step Down

Berfungsi buat memperkecil ataupun menurunkan tegangan bolak pulih dari suatu sumber.

Trafo step down memiliki sifat ciri jadi berikut ini:

  • Vp > Vs.
  • NP > Ns.
  • Ip < Is.

Selain dua macam di untuk, transformator pula memiliki kira-kira jenis yang lain seperti:

a. Transformator IF

Trafo IF ataupun disebut jadi trafo Intermediate Frequency berlaku untuk penguat frekuensi membuang yakni 10, 7 MHz yang pelik digunakan di radio penyambut baik AM atau FM.

Kamu sanggup menjumpai trafo jenis itu pada radio Konvensional.

b. Transformator Pulsa

Trafo pulsa didesain khusus buat memberikan cetakan gelombang denyut.

Menggunakan material inti dengan cepat penuh, menjadikan sesudah arus pokok mencapai sepadan titik terbatas, yang mana fluks magnet akan beradu berubah.

Karena, GGL induksi di dalam lilitan sekunder saja terbentuk, kalau terjadi modifikasi fluks magnet, maka transformator cuma hendak memberikan cetakan ketika pokok tak penuh yakni kala arus di lilitan pokok berbalik pedoman.

c. Transformator Adaptor / Power Supply

Berfungsi untuk mengganti tegangan sejak arus AC menuju aliran DC dengan banyak dimanfaatkan dengan opsi tegangan dan arus dengan bervariasi.

Trafo yang dimanfaatkan dalam adaptor termasuk macam step down yang berlaku untuk menyandarkan tegangan sejak jarak elektrik PLN menuju perangkat elektronika sesuai tujuan.

d. Transformator Autotransformator

Transformator macam satu tersebut hanya mempunyai satu lilitan aja dengan mana beberapa lilitan pokok adalah hak sekunder pula.

Lilitan dalam trafo macam ini berkecukupan dibuat secara kawat dengan lebih sedikit daripada macam yang lain.

Keuntungan penggunaan trafo ini yakni memiliki patokan yang bertambah kecil dan risiko kesialan lebih aib daripada trafo dua lilitan.

Namun trafo jenis tersebut tidak bisa digunakan buat menaikkan tegangan listrik menjelma berkali kala lipat.

e. Transformator Isolasi

Memiliki lilitan inferior dengan total yang sama secara lilitan primernya, sehingga tegangan sekunder serupa dengan tegangan primer.

Namun pada kaum desain lainnya, gulungan inferior dibuat kurang lebih penuh untuk mengkompensasi jumlah kesusahan.

Transformator macam satu itu berfungsi buat isolasi jarang dua mencacau.

Pada implementasi suatu audio, transformator macam ini sudah banyak digantikan dengan kopling.

f. Transformator Tiga Fase

Transformator jenis tersebut terdiri berasaskan tiga trafo yang silih terhubung dengan khusus.

Untuk lilitannya, dalam kumparan pokok pada biasanya dikaitkan dengan bintang (Y) serta lilitan sekunder dikaitkan secara delta.

g. Transformator Autotransformator Variabel

Autotransformator variabel ialah autotransformator lazim yang torehan tengahnya bisa diubah pindah. Serta menganjurkan perbandingan lilitan primer inferior yang selalu berubah pindah.

Efisiensi Transformator

Efisiensi merupakan sepadan nilai dengan menyatakan patokan antara gaya masukan (Pin) dengan gaya keluaran (Pout).

Nilai keefisienan pada transformator dirumuskan jadi berikut:

pelajaran fisika

Keterangan:

  • = Keefisienan transformator (%)
  • Ps = gaya di dalam catu sekunder (W)
  • Pp = gaya di dalam catu primer (W)
  • Is = berpengaruh arus dalam kumparan inferior (A)
  • Ip = kuat aliran di dalam catu primer (A)

Jika efisiensi sejenis transformator persis dengan 100% itu berarti daya elektrik di dalam catu primer pas dengan gaya listrik dalam kumparan inferior.

Ps = Pp
Vp Ip = Vs Is
Vp/Vs = Is/Ip

Sebab mengumumkan transformator:

Vp/Vs = Np/Ns

Sehingga rumus transformator:

Is/Ip = Np/Ns

Transformator dengan seperti itu dikenal sebagai transformator ideal.

Jika efisiensi transformator kurang dibanding 100%, oleh sebab itu terdapat gaya listrik dengan hilang ataupun disebut jadi rugi gaya. Transformator semacam itu disebut jadi transformator tak ideal.

Besarnya daya dengan hilang dirumuskan sebagai beserta:

Ph = Pin Pout = Pp Ps

Keterangan:

  • Ph = gaya listrik dengan hilang ataupun rugi gaya (W)

Kerugian di Transformator

rumus menghitung lilitan trafo

Ada sangat banyak kerugian dengan terdapat pad Transformator/trafo, antaralain sebagai beserta:

1. Kemalangan Kopling

Kerugian dengan berlangsung pokok kopling pokok sekunder tak sempurna, jadi tidak segenap fluks magnet diinduksikan pokok memotong lilitan sekunder.

Kerugian satu tersebut dapat dikurangi dengan jalan menggulung lilitan secara pantat antara pokok dengan inferior.

2. Kesialan Histeresis

Kerugian mulia ini berlaku ketika aliran primer AC berbalik pokok. Hal itu disebabkan pokok transformator tak dapat mengganti arah fluks magnetnya secara seketika.

Kerugian jenis tersebut dapat dikurangi dengan memakai material pokok reluktansi lembut.

3. Kesusahan Tembaga

Kerugian I 2 R di dalam lilitan tembaga dengan disebabkan adanya resistansi tembaga dan aliran listrik dengan mengaliri rupanya.

4. Kesusahan Kapasitas Liar

Kerugian ini dikarenakan kapasitas kasar yang ada di dalam lilitan lilitan transformator.

Kerugian tersebut dapat mempengaruhi efisiensi transformator dalam saluran tinggi.

Kerugian dapat dikurangi dengan jalan menggulung lilitan primer secara sekunder dengan semi sewenang-wenang.

5. Kemalangan Arus Eddy

Kerugian ini dikarenakan GGL masukkan, yang menghadirkan arus di inti magnet yang melayani perubahan fluks magnet dan membangkitkan GGL.

Sebab adanya fluks magnet yang bertukar berlangsung dorongan fluks magnet di dalam material inti.

Kerugian dapat dikurangi jika dimanfaatkan inti pantat lapis.

6. Kerugian Hasil Kulit

Konduktor asing yang tetap dialiri aliran bolak pulih, namun aliran ini mengarah mengalir pada permukaan konduktor.

Hal itu akan memperbesar kerugian daya serta menaikkan resistansi nisbi lilitan.

Kerugian dapat dikurangi dengan memakai kawat Litz, yakni kawat yang berisi atas kurang kawat mungil yang silih terisolasi.

Untuk pemakaian saluran radio, jika gunakan kawat geronggong ataupun lembaran sedikit tembaga buat ganti kawat biasa.

Contoh Soal Transformator

Untuk lebih mengalami ulasan pada atas, beserta kami sajikan beberapa mencontoh soal transformator, antara asing:

1. Dalam transformator tak ideal, gaya listrik pokok 440 watt serta inferior 400 watt. Hitunglang merana daya sebab transformator itu!

Jawab:

Ph = Pp Ps = 440 400 = 40 watt

2. Seseorang ingin mengganti tegangan lantaran AC 220 volt menjelma 110 volt dengan suatu transformator. Tegangan 220 volt tadi dikaitkan dengan catu primer dengan mempunyai satu, 000 lilitan. Kumparan sekundernya harus memiliki jumlah lilitan

Jawab:

Diketahui:

  • Vp = 220 volt
  • Vs = 110 volt
  • Np = 1. 000 lilitan

Ditanya Ns =..?

Pembahasan:

  • Vp/Vs = Np/Ns
  • Ns = Vs/Vp x Np
  • Ns = 220/110 x 1. 000 = dua. 000 lilitan

3. Suatu trafo arus pokok serta sekundernya masing masing adalah 0, 8 A dan 0, 5 A. Jika total lilitan pokok serta inferior masing masing adalah 100 dan 800, maka berapakah efisiensi trafo?

Jawab:

Diketahui:

  • Ip = 0, 8 A
  • Np = 1000
  • Is = o, 5 A
  • Ns = 800

Ditanya: Berapakah efisiensi trafo ..?

Pembahasan:

  • = (Isx Ns/ Ipx Np) x 100%
  • = (0, 5 A x 800/ 0, 8 A x 1000) x 100%
  • = (400/ 800) x 100% = 0, 5 x 100%
  • = 50%

Sehingga, keefisienan di dalam sepadan trafo yakni sebesar 50%.

4. Dalam suatu transformator memiliki catu primer secara 1200 lilitan serta catu sekunder secara 1000 lilitan. Jika aliran primer 4 A, oleh sebab itu berapa berpengaruh arus inferior tersebut?

Jawab:

Diketahui:

  • Np = 1200 lilitan
  • Ns = 1000 lilitan
  • Ip = 4 Ampere

Ditanya: Berpengaruh arus inferior (Is)..?

Pembahasan:

  • Is/Ip = Np/Ns
  • Is/4 = 1200/1000
  • Is/4 = 1, 2
  • Is = satu, 2 (4)
  • Is = 4, 8 Ampere

Sehingga, kuat aliran sekunder dengan dihasilkan sejumlah 4, 8 Ampere.

5. Efisiensi sejenis trafo 60%. Jika gaya listrik dengan dikeluarkan sebesar 300 J, berapakah gaya listrik dengan masuk ke dalam trafo?

Jawab:

Diketahui:

  • = 60%
  • Ws= 300 J

Ditanya: Gaya listrik dengan masuk ke trafo (Wp)?

Pembahasan:

  • = (Ws/Wp) x 100%
  • 60% = (300 J/Wp) x 100%
  • 60%= (300 J/Wp) x 100%
  • 6 = 3000 J/Wp
  • Wp = 3000 J/6
  • Wp = 3000 J/6
  • Wp = 500 J

Sehingga, gaya listrik dengan masuk ke dalam trafo sebesar 500 J.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *